Berita Fundamental
Pasar saham Asia tergelincir pada perdagangan Selasa (25/02/2025), di tengah kekhawatiran mengenai pembatasan investasi AS terhadap China, sementara kenaikan euro memudar karena investor menunggu Jerman menyelesaikan pembentukan pemerintahan barunya .
Serangkaian data AS yang lemah beberapa hari terakhir telah mengikis keyakinan pasar tentang soliditas ekonomi AS, sehingga mengurangi daya tarik dolar AS.
Kekhawatiran meningkat karena jatuh tempo penundaan tarif oleh Trump terhadap Kanada dan Meksiko terjadi minggu depan. Investor juga mengkhawatirkan dampak pasar tenaga kerja dari tindakan yang diambil oleh Departemen Efisiensi Pemerintah milik miliarder Elon Musk.
Euro melemah dari level tertingginya setelah sempat reli naik pada hari Senin saat fokus beralih dari kemenangan pemilu kaum konservatif Jerman hingga seberapa cepat pemerintahan koalisi dapat dibentuk.
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran atas rencana tarif Presiden AS Donald Trump, ditambah dukungan dari arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang berbasis emas terbesar di dunia.
SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik menjadi 904,38 metrik ton pada hari Jumat, tertinggi sejak Agustus 2023.
Outlook XAUUSD

XAUUSD kembali bergerak naik hingga mencetak rekor tinggi baru 2956 dan ditutup bullish pada perdagangan kemarin. XAUUSD masih dalam range sideways di kisaran tinggi dan membuka peluang koreksi karena adanya pola double top.
Jika XAUUSD gagal menembus high 2956, maka gerak koreksi ke bawah Pivot 2943 dan support 2939 akanb membawa XAUUSD turun lebih jauh menuju 2926.
Sebaliknya, jika sentimen bullish mampu membawa XAUUSD rebound menembus high 2956, maka target bullish berada di 2965.
Resistance: 2955, 2965
Support: 2939, 2926